May 12

Mengenal Tiga Hari Besar Tzu Chi


Selasa, 10 Mei 2016, Sekolah Tzu Chi Indonesia mengadakan perayaan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia.

Perayaan Hari Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia, tidak hanya dirayakan oleh relawan Tzu Chi, namun juga dirayakan oleh seluruh bagian dari Tzu Chi termasuk siswa Sekolah Tzu Chi Indonesia. Seluruh jenjang pendidikan di Sekolah Tzu Chi Indonesia melaksanakan prosesi ini pada Selasa, 10 Mei 2016 di Aula SD Tzu Chi Indonesia. Perayaan tiga hari besar ini pun diikuti oleh sekitar 900 siswa dari TK, SD, dan SMP.

“Kali ini kami membagi prosesi menjadi 3 bagian sesuai jenjang pendidikan. Siswa SMP memulai prosesi pada pukul 08.00, sedangkan TK pada pukul 10.00, dan SD pada pukul 12.45,” ucap Chen Pei Wen, salah satu guru sekolah Tzu Chi sekaligus penanggung jawab kegiatan. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan jam belajar dari masing-masing jenjang pendidikan.

Pei Wen juga menuturkan bahwa setiap jenjang dipastikan mengadakan prosesi termasuk siswa TK. “Hal ini karena Waisak adalah acara yang sangat penting bagi Tzu Chi,” katanya. “Jadi sebagai guru dan murid harus mengikuti Waisak. Di dalam kelas kami juga mengajarkan makna Waisak dan toleransi antar-agama. Kami mengajarkan kepada siswa yang berbeda-beda agama untuk menghormati agama lainnya,” tambahnya.

Walaupun terasa susah untuk mengatur siswa TK, namun antusiasme mereka membuat mereka mendengar dan mengikuti aba-aba dari pembawa acara ketika prosesi berlangsung.

Perayaan tiga hari besar ini dilakukan di Aula SD Tzu Chi Indonesia dan diikuti oleh sekitar 900 siswa dari TK, SD, dan SMP.

Sementara itu, Iing Felicia Joe, Kepala Sekolah TK Tzu Chi merasa selalu ada tantangan tersendiri dalam mendidik siswanya untuk mengikuti kegiatan Tzu Chi. “Karena pada dasarnya, usia TK adalah usia siswa untuk movement, mereka selalu bergerak, dan susah untuk berdiri diam. Sementara itu prosesi Waisak harus dilakukan secara khidmat,” ucapnya. Prosesi yang memakan waktu hampir 30 menit ini pun dirasa sangat lama bagi siswa TK. Tak jarang mereka saling berbincang satu sama lain, bercanda, namun tetap bersikap anjali (menelangkupkan tangan di depan dada), dan berdiri sesuai urutannya.

“Antusiasme siswa terlihat sangat besar,” kata Iing. Walaupun mereka susah untuk diam, namun mereka mendengar dan mengikuti aba-aba dari pembawa acara ketika prosesi berlangsung. Hal ini disambutnya dengan senang karena prosesi berjalan dengan lancar. “Prosesi ini menurut saya memang membutuhkan konsentrasi yang tinggi, dari sini kami juga ingin menanamkan bagaimana belajar konsentrasi pada anak. Dan senang sekali karena mereka bisa ikut, walaupun agak susah di awal belajarnya,” imbuhnya.

Pei Wen pun menambahkan bahwa selain untuk melatih konsentrasi, prosesi Waisak juga mereka manfaatkan untuk berbagi makna mengenai arti menghormati. Hal ini karena pada saat yang sama, siswa yang berbeda agama pun ikut mendengarkan sosialisasi Waisak. “Sekarang sangat banyak bencana dan peperangan, ini sebenarnya karena batin manusia tidak seimbang, ketegangan antar-agama menimbulkan banyak konflik dan bencana. Jadi kami mengajarkan anak-anak bahwa walaupun kamu bukan umat Buddha, tapi harus belajar menghargai agama orang lain, dan umat agama lain juga akan menghargai agama kita,” pungkasnya.

Sumber : http://www.tzuchi.or.id/read-berita/mengenal-tiga-hari-besar-tzu-chi/5888

urnalis : Metta Wulandari
Fotografer : Metta Wulandari

May 04

Primary : Participant of SPH Cup

Slide1 Slide2 Slide3

Apr 30

Tzu Chi School : Semarak Entrepreneur Day

Para siswa TK Tzu Chi School sedang menunjukan kebolehannya bermain angklung dalam puncak acaraEntrepreneur Day, 27 April 2016.

Salah satu kegiatan untuk siswa Taman Kanak-Kanak (kindergarten) Tzu Chi School yang setiap tahun diadakan adalah Entrepreneur Day (hari kewirausahaan). Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada tanggal 25-27 April 2016 ini merupakan program pengenalan kepada siswa tentang dunia kewirausahaan dimana para siswa membuat karya menggunakan barang bekas kemudian hasil karya tersebut dilelang kepada orang tua siswa. hasil dari lelang karya siswa dalam Entrepreneur Day ini akan disumbangkan kepada yayasan Buddha Tzu Chi dan CSR bagi sekolah-sekolah di sekitar Tzu Chi School.

Entrepreneur Day ini merupakan rangkaian dari Earth Day (hari bumi) yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Tzu Chi School seperti yang dijelaskan oleh Reza Janasay, PIC dari kegiatanEntrepreneur Day 2016 ini. “Kegiatan ini rangkaian dari Earth Day kemudian dilanjutkan membuat pelelangan (auction) dari barang recycle saat Entrepreneur Day.” ungkapnya. Ia juga menambahkan, kegiatan ini diikuti oleh seluruh tingkatan kelas di TK Tzu Chi School dan  bahan-bahan yang dipakai merupakan barang bekas yang dikumpulkan setiap hari jumat oleh para guru dan murid.

Read the rest of this entry »

Apr 29

Early Childhood : Penerapan Budaya Humanis sejak Dini

setiap orang tua pastinya menginginkan memiliki buah hati yang pintar secara akademik, namun memiliki sifat yang baik juga. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menamankan budi pekerti sejak usia dini. Pada kesempatan kali ini, tzu chi school menggelar acara yang menyenangkan untuk diikuti oleh anak anak, namun tetap sarat akan pendidikan budaya humanis.
Saksikan terus DAAI Inspirasi setiap hari senin hingga kamis pada pukul 18.30 WIB dan RE-Run keseokan hari pukul 08.30 WIB hanya di DAAI TV.
“Adalah lebih bijaksana memandang masyarakat dengan cinta kasih daripada dengan kekhawatiran. Karena dengan terus berbuat kebajikan dan kebaikan maka dunia yang damai dan tentram akan terwujud.”

Older posts «